(62-21) 27873343 |   belajar@learninghub.id

Mendorong Tanggung Jawab Advokat dalam Bisnis dan HAM

Sebagai seorang advokat, memantau perkembangan isu-isu terkini tentu menjadi tuntutan tersendiri, terutama isu tentang ketentuan hukum. Adanya pandemi covid-19 yang melanda Indonesia dan melahirkan batasan-batasan khusus untuk berkegiatan, tidak lagi menjadi halangan bagi para advokat, praktisi dan pengamat hukum dalam menambah wawasan. Penyelenggaraan Seminar Daring ini, maka UNGP BHR akan tersosialisasikan di kalangan Advokat Indonesia secara lebih baik

Jumat, 10 Juli 2020 – ICJR Learning Hub bekerja sama dengan DPC PERADI Jakarta Pusat, dan ELSAM mengadakan Seminar Daring (Webinar) yang berjudul Peran Advokat dalam Mendorong Penghormatan HAM oleh Korporasi. Webinar yang dibuka oleh sambutan dari Ibu Berlian Simbolon selaku mewakili PERADI DPC Jakarta Pusat ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta. Sambutan yang disampaikan secara singkat tersebut memiliki pesan yang kuat bahwa profesi advokat sebagai penegak hukum sudah seharusnya memiliki peran dalam penghormatan HAM.

Wahyu Wagiman, Direktur Eksekutif ELSAM, menyampaikan konsep dan perkembangan bisnis dan HAM yang berangkat dari pendekatan baru terhadap relasi bisnis dan HAM. Mengangkat panduan yang disusun oleh John Ruggie, dengan mengedepankan pendekatan positif terhadap entitas bisnis yang melakukan penghormatan terhadap HAM. Ia mengelaborasi panduan yang berdasarkan pada 3 pilar prinsip tentang perlindungan, penghormatan dan pemulihan sebagai upaya penghormatan HAM. Materi pertama ditutup dengan pemberian penjelasan perkembangan isu bisnis dan HAM yang ada di dunia dan di Indonesia saat ini, penghormatan HAM sudah tercermin di beberapa kebijakan yang ada di Indonesia.

Betty Yolanda, Asia Regional Manager Business & Human Rights Resource Centre (BHRRC), menjelaskan perbedaan antara isu HAM yang ada di pendekatan CSR dan pendekatan HAM dalam dunia bisnis. CSR pada saat ini sudah mulai menganut isu tentang penghormatan HAM dan yang masih sedikit diketahui bahwa penghormatan HAM ini bukan hanya tanggung jawab dari suatu perusahaan akan tetapi investor juga memiliki tanggung jawab yang sama. Advokat yang sedang mendampingi atau mewakili suatu perusahaan sangat perlu untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut sudah memenuhi prinsip-prinsip penghormatan HAM.

Iman Prihandono, dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga menjelaskan bahwa Advokat memiliki berbagai peran mulai dari manajemen resiko hingga mencegah pelanggaran HAM dalam menjalankan perannya sebagai penasehat hukum yang memberikan saran yang sedini mungkin misalnya membantu korporasi untuk mempertimbangkan suatu kerjasama dengan pihak lain untuk memenuhi prinsip penghormatan HAM. Menurutnya Advokat dapat memberikan jasanya untuk kepentingan terbaik korporasi sebagai kliennya mengingat tugasnya untuk memastikan adanya penghormatan HAM.

Tabrani Abby, Dewan Penasehat DPC PERADI Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa Advokat memiliki peran dalam memfasilitasi, mendorong korporasi untuk menghormati HAM melalui komitmen dalam mematuhi kebijakan HAM, uji tuntas HAM dan memahami mekanisme pengaduan dan pemulihan pelanggaran HAM.

Melalui Seminar Daring ini, ICJR Learning Hub, Elsam, dan PERADI Jakarta Pusat berharap dapat menambah pengetahuan baru terkait bisnis dan hak asasi manusia bagi Komunitas Advokat

0 responses on "Mendorong Tanggung Jawab Advokat dalam Bisnis dan HAM"

Leave a Message

© 2019 All rights reserved.

Setup Menus in Admin Panel