(62-21) 27873343 |   belajar@learninghub.id

Latar Belakang

Diskursus sistem pemilu proporsional daftar terbuka (open list proportional representation) dan sistem pemilu proporsional daftar partai/tertutup (close list proportional representation) kembali mengemuka pasca Pemilu Serentak 2019. Beberapa partai politik mulai menunjukan preferensinya untuk mengubah metode pemberian suara dalam sistem pemilu proporsional tersebut. Ada yang mendukung untuk mengganti sistem pemilu proporsional daftar terbuka yang sudah diterapkan sejak Pemilu 2009 ke proporsional daftar tertutup. Tetapi ada juga partai politik yang bersikukuh mempertahankan metode pemberian suara dengan memilih nama calon anggota legislatif langsung di surat suara.

Wacana perubahan varian sistem pemilu proporsional di Indonesia bukanlah hal baru. Hampir di setiap agenda rutin lima tahunan untuk merevisi undang-undang pemilu, variabel metode pemberian suara dan penetapan calon terpilih ini selalu menjadi isu krusial yang cukup menyita waktu. Buka/tutup sistem pemilu proporsional memiliki konsekuensi mendasar terhadap struktur desain surat suara. Sistem proporsional daftar tertutup hanya menyediakan logo/simbol partai saja di surat suara, sedangkan sistem proporsional daftar terbuka menyantumkan nama-nama calon anggota legislatif di surat suara.

The International IDEA dalam workshop yang berjudul “The Ballot- A simple piece of paper or an instrument of power?” menyebutkan terdapat empat signifikansi dari surat suara, yaitu; sebagai sarana “tatap muka” antara kandidat dan konstituennya, sebagai sarana untuk menentukan pilihan politik masyarakat, sebagai dasar untuk meghitung dan mengalokasikan kursi pemenang pemilu, dan sebagai artefak sejarah. Lebih jauh, pilihan buka/tutup sistem pemilu memiliki banyak konsekuensi politis utamanya terhadap partai politik sebagai intermediary agent dalam membangun representasi politik mulai dari: pengorganisasian internal partai politik, intra party democracy, institusionalitasi partai politik, sampai persaingan antar partai politik.

Berangkat dari krusialnya pilihan sistem pemilu proporsional menjadi penting kemudian untuk mengelaborasi dan membahas secara mendalam bagaimana cara bekerja masing-masing varian, berikut konsekuensi yang perlu dipertimbangkan. Untuk itu, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) sebagai salah satu organisasi masyarakat sipil yang memiliki fokus perhatian terhadap isu kepemiluan, bermaksud untuk menyelenggarakan Kelas Khusus Perludem yang bertajuk “Sistem Pemilu: Buku, Tutup, Atau?”.

Tujuan

Secara umum tujuan utama dari kegiatan ini ialah untuk membedah secara komprehensif diskursus pilihan desain sistem pemilu proporsional terbuka atau tertutup menjelang pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu). Adapun tujuan spesifik dari Kelas Khusus Perludem ini adalah sebagai berikut:

  • Mengelaborasi cara bekerja sistem pemilu proporsional daftar terbuka dan daftar tertutup;
  • Menganalisa implikasi serta kelebihan dan kekurangan dari pilihan sistem pemilu proporsional daftar terbuka dan daftar tertutup;
  • Membahas alternatif-alternatif varian dari sistem pemilu lainnya yang bisa dipertimbangkan untuk digunakan.

Penyelenggaraan

Kelas Virtual Perludem ini diselenggarakan oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang akan dilakukan melalui aplikasi Google Meet.

Link join Google Meet akan diberikan melalui email pendaftar 1 (satu) jam sebelum dimulainya Kelas.

Waktu Pelaksanaan

Hari/tanggal: Minggu, 31 Mei 2020.

Waktu: Pukul 09.00 -12.00 WIB.

Biaya

Kepesertaan di Kelas Khusus Perludem dengan Donasi sebesar Rp100.000 (seratus ribu rupiah)*. Tersedia sertifikat elektronik  bagi peserta (lihat informasi cara pendaftaran dan pembayaran)

Narasumber:

  • Khoirunnisa Agustyati, Deputi Direktur Perludem
  • Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Perludem
  • Heroik Mutaqin Pratama, Peneliti Senior Perludem
  • Usep Hasan Sadikin, Peneliti Senior Perludem
  • Didik Supriyanto, Penasihat Perludem

Course Curriculum

No curriculum found !
© 2019 All rights reserved.

Setup Menus in Admin Panel