(62-21) 27873343 |   belajar@learninghub.id

Pada abad ke – 21,  daftar HAM yang dikonstruksikan  selama tahun-tahun pascaperang  sesuai dengan dinamika saat itu.  Namun saat ini sudah tidak lagi layak dalam konteks tata kelola global, sementara  berbagai pelanggaran  HAM terus cenderung meningkat. Kemudian, terjadi ekspansi dinamis dari norma dan mekanisme HAM yang muncul dalam praktik yang  ditandai dengan : (1) mobilisasi aktor baru; (2) klaim hak baru; (3)  institusi  dan saluran  pengaruh baru; dan (4) model  akuntabilitas baru (Alison Brysk, 2017)

HAM harus diperluas untuk menjangkau hubungan kekuasaan globalisasi dan “kesalahan privat“ (private wrongs) yang dilakukan aktor-aktor non-negara dan memperluas komunitas para pemegang hak (rights holders) yang cakupannya  tidak hanya warga negara yang dominan, namun mencakup kelompok rentan (Alison Brysk, 2017).  Dalam konteks ini, telah terjadi pergeseran dari pendekatan perlindungan HAM yang secara eksklusif berpusat pada negara (state-centric approach to human rights protection) menuju  pengembangan kerangka  bagi aktor non-negara (non-state actor).  Hal ini tidak terlepas dari adanya situasi saat ini bahwa ancaman terhadap penikmatan HAM datang dari aktor non-negara daripada langsung dari agen negara (Andrew Clapham, 2006).

Course Curriculum

No curriculum found !
© 2019 All rights reserved.

Setup Menus in Admin Panel