(62-21) 27873343 |   belajar@learninghub.id

Belajar Memahami Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Melalui Pengadilan Hubungan Industrial

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam pasal 1 angka 16 mengartikan “Hubungan Industrial  adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah yang berdasarkan nilai nilai Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”.

Dalam suatu hubungan industrial, konflik/perselisihan hubungan industrial merupakan hal yang kerap terjadi. Perselisihan hubungan industrial menurut UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (UU PPHI) ialah perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha dengan pekerja/ buruh atau serikat pekerja/serikat buruh karena adanya perselisihan mengenai hak, perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja dan perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh dalam satu perusahaan.

Pasal 2 UU PPHI mengatur empat jenis perselisihan hubungan industrial, yaitu perselisihan hak, perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja, dan perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh hanya dalam satu perusahaan.

Untuk menyelesaian perselisihan tersebut, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan yaitu Perundingan Biparit, Mediasi, Konsiliasi, Arbitrase dan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Apabila para pihak yang tidak menyetujui dan menolak anjuran dari mediator maupun konsiliator akan melanjutkan perselisihan dengan pengajuan gugatan ke PHI. Berdasarkan Pasal 56 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan di Indonesia, PHI memiliki kompetensi absolut dalam  memeriksa dan memutus perkara, antara lain:

  1. Pada tingkat pertama tentang perselisihan hak
  2. Pada tingkat pertama dan terakhir terkait perselisihan kepentingan
  3. Pada tingkat pertama terkait perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK)
  4. Pada tingkat pertama dan terakhir terkait perselisihan serikat pekerja atau buruh yang terjadi dalam suatu perusahaan

Lantas bagaimanakah penyelesaian perselisihan hubungan industrial dapat diselesaikan melalui PHI?

Penyelesaian perselisihan melalui jalur pengadilan dapat dilakukan apabila proses mediasi dan konsiliasi mengalami kegagalan karena tidak adanya kesepakatan diantara para pihak yang bersengketa. Gugatan diajukan dengan melampirkan risalah mediasi atau konsiliasi dan anjuran tertulis dari mediator atau konsiliator. Proses beracara di Pengadilan Hubungan Industrial menggunakan Hukum Acara Perdata.

Untuk memahami penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui pengadilan hubungan industrial, saat ini telah tersedia Kelas Pengetahuan Mandiri tentang Penyelesaian Perselisihan hubungan industrial melalui pengadilan hubungan industrial. Kelas pengetahuan mandiri tentang topik ini diampu oleh Erri Tjakradirana, Founder Tjakra Law.

Lakukan segera pendaftaran Kelas Pengetahuan Mandiri tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui pengadilan hubungan industrial dan dapatkan cara belajar baru yang lebih fleksibel dan adaptif untuk perkembangan jaman. Gunakan kode kupon belajaryuk! untuk mengakses kelas pengetahuan mandiri secara gratis.

1 responses on "Belajar Memahami Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Melalui Pengadilan Hubungan Industrial"

Leave a Message

© 2019 ALL RIGHTS RESERVED.

Setup Menus in Admin Panel

seers cmp badge